1000785829
Begadang? Tidur Cukup Justru Jadi Kunci Produktivitas Belajar

#Opini karya Nayumi, 9A

Begadang menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu diawali dengan perilaku tidur tidak teratur, bahkan tidak memejamkan mata sampai larut malam. Sering kali kebiasaan tersebut dianggap sebagai “lifestyle” bagi sebagian orang terutama pelajar. Deadline tugas yang menumpuk atau belajar menghadapi ujian, membuat pelajar seringkali mengorbankan jam tidur seolah itu pilihan utama. Kalimat “tidur belakangan asal tugas selesai” sudah sangat akrab didengar. Namun, dibalik gaya hidup yang terlihat produktif ini, begadang malah mengakibatkan produktivitas akademik pelajar menurun serta mengganggu fokus dalam belajar. Kok bisa gitu? 

 

Tidur bukan berarti otak kita mati, justru sebaliknya. Waktu kita tidur, otak tetap bekerja untuk menguatkan ingatan dan memuat informasi baru, meningkatkan konsentrasi, serta meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, saat kita tidur otak juga mengisi ulang energi layaknya mengisi daya pada ponsel. Maka saat terbangun dari tidur yang cukup dan nyenyak, kita akan merasa segar dan sebaliknya saat kurang tidur. Hal-hal yang disebutkan tadi sangat penting untuk mendukung pembelajaran. Tidak heran, pelajar yang sering begadang biasanya akan sering mengantuk saat jam pelajaran dan mengalami penurunan nilai.

 

Selain menurunkan produktivitas, begadang juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Begadang sama saja seperti memaksa tubuh yang seharusnya beristirahat untuk tetap bekerja. Akibatnya imun tubuh dapat menurun. Selain itu, bisa juga mengalami sakit kepala atau pusing. Kesehatan mental juga dapat terganggu jika terlalu sering begadang, pelajar biasanya sering mengalami mood swing yang disebabkan kurang tidur. Gangguan kecemasan juga dapat muncul karena sering begadang.

 

Untuk menghindari rasa kantuk akibat begadang, biasanya pelajar sering memperbanyak kafein di pagi hari. Jika ini dilakukan setiap hari dan secara berlebih juga akan menimbulkan dampak yang lebih negatif bagi tubuh. 

 

Daripada begadang untuk nugas atau belajar, mending cari solusi, yuk! Solusinya bisa dengan menemukan cara belajar yang efektif. Tidak perlu terlalu lama sampai begadang asal cara belajar efektif dan fokus. Belajar sebentar pun pasti akan masuk di otak. Pintar mengelola waktu juga penting agar kita dijauhkan dari yang namanya begadang. Kalau bisa cicil tugas dari jauh-jauh hari. 

 

Begadang itu nggak bikin keren, malah bikin diri sendiri rugi. Selalu ingat bahwa tidur cukup ialah kunci belajar maksimal. Kesehatan pun lebih terjaga sehingga kita bisa mempertahankan kesehatan demi umur yang panjang dan berkualitas. (red)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait