#cerita_fantasi karya Falah Abrizam A.R., 8J
Pada pagi hari, di saat jam menunjukan pukul 04.35 ba’da salat, ia langsung bersiap untuk melabuh mencari ikan di laut bersama Agus Pemancing. Sebelum berangkat mereka minum teh anget dulu di warkop Bu Siti. Setelah Nge-teh mereka langsung berangkat dengan kapal milik Budi. Singkat cerita mereka sudah ada di tengah laut.
Di saat mau melempar jaring untuk menangkap ikan, tiba-tiba ada 1 kapal perang milik Cecep Cilacap yang reflek menembak kapal milik Budi dengan meriam 75mm karena ia mengira kapal Budi adalah kapal milik musuh. Saat mereka di introgasi mereka hanya bisa menjawab bahwa mereka hanyalah nelayan biasa. Si Cecep yang merupakan Jendral Teroris bintang 5 tersebut tetap yakin dengan dugaannya karena mengira Budi dan Agus masih menyimpan suatu informasi. Cecep pun mulai mengejek Budi dan Agus hingga membuat Budi marah. Akan tetapi, dia tak bisa berbuat apa.
Saat menjelang eksekusi Budi tiba-tiba ada peluru yg hampir menembus kepala Cecep Cilacap. Beruntungnya Cecep mau mengambil uang Rp10.000 milik pasukannya yang terjatuh sehingga bisa terhindar dari AJAL.
Di saat itu juga muncul Roger Sumatra yang sudah lama mencari keberadaan Cecep Cilacap karena dia saat itu menjadi seorang Buronan. Melihat kesempatan itu, Budi langsung melompat ke laut bersama dengan Agus. Mereka berenang kembali ke kapal mereka yang tak jauh dari kapal Cecep berada. Di saat sudah naik ke kapal, mereka secara cepat-cepat menyelamatkan diri, tapi Budi berbeda pendapat. Di benaknya ia memiliki ingin untuk membantu Roger Sumatra karena tau kalau bisa menangkap Cecep Cilacap, ia akan diberi hadiah, “Makan Tumpeng untuk Sarapan Selama 1 tahun”. Selain itu, ia juga ingin balas dendam atas ejekan dari Cecep. Mendengarkan Imbalan tersebut Agus pun mulai tergoda dengan tawaran tersebut.
Kapal mereka pun mulai mendekat ke kapal Cecep dan menyelinap masuk ke dalamnya. Di saat itu juga 2 kapal besar sedang berperang dahsyat dan hebatnya. Tak ada yang mau mengalah. Saat sedang melawan kapal Cecep, kapal milik Roger terkena Torpedo yang menyebabkan kapal itu hampir hancur. Budi pun meminta pertolongan kepada sang kreator untuk memperbaiki kapal milik Roger Sumatra. Dalam sekejap kapal milik Roger pun langsung dapat digunakan kembali seperti kapal yang baru saja ditugaskan. Melihat hal itu, kru Cecep pun terheran-terheran dan sadar ada yang tidak beres. Cecep pun memutuskan untuk menyerah dan kabur.
Budi dan Agus yang masih di dalam kapal Cecep langsung mencabut alat permesinan kapal sehingga kapal Cecep berhenti bergerak. Ada kesempatan yang besar bagi Roger. Ia dengan mudah mendekati kapal tanpa harus merasa tertodong senjata. Cecep yang merasa ada orang lain di kapalnya pun mengecek seluruh kapal dan benar saja Cecep menemukan Budi dan Agus. Ia langsung menodongkan pistol yang membuat mereka hampir kencing di celana. Tiba-tiba Budi meminta pertolongan kepada kreator untuk mengambil alih pistol milik Cecep Cilacap.
Tak lama setelah itu datanglah anggota tentara yang membawa Cecep untuk menahannya. Tak lupa mereka juga berterimakasih kepada Budi dan Agus yg ikut serta dalam membantu menangkap Cecep Cilacap. Sesuai tawarannya, Budi dan Agus akan diberi “Nasi Tumpeng untuk sarapan selama 1 Tahun”.
Setelah peristiwa tersebut, Budi dan Agus melakukan kegiatan seperti biasa, sampai suatu hari mereka sudah pensiun menjadi nelayan. Terpikir oleh Budi, kenapa ia tidak memunculkan ikan dari awal saja karena ia memiliki sedikit kekuatan kreator. Lalu Muncullah ide, Budi mau buka usaha ‘Pecel Lele’ di samping perempatan dekat rumah. Di lain sisi Agus berhasil membuat ekonominya maju karena usahanya yaitu Petani Garam. (red)
