#Cerbung oleh Raffandra Athalla Jatmika, 9A
…. Pertama kali ayahnya mengajak ke coffee shop, Andin yang belum tahu apa-apa hanya bersembunyi sambil memegang kaki Ayahnya dengan erat. Mereka pun sampai di depan kasir yang juga adalah meja barista meracik kopi. Coffee shop tersebut dikelola oleh sepasang suami-istri dan beberapa pegawai yang Andri kenal baik.
“Hai, Adik manis. Namanya siapa? Mau pesan apa?” tanya si owner coffee shop tersebut dengan maksud menggoda.
Andin yang bingung bercampur sedikit takut tentu hanya bisa membisu sejuta bahasa. Saat mempererat genggamannya, sang Ayah hanya tertawa melihat tingkah anaknya. “Hahaha, namanya Andin, dia anak perempuan pertamaku,” ujar sang Ayah.
“Memang umur berapa? Sudah ngopi aja?” tanya si owner dengan senyum tipis.
Sang Ayah membalasnya dengan tawa yang membuat si owner juga ikut tertawa. “Masih umur tujuh, sih, tapi aku yakin ia mewarisi lambung ayahnya ini,” dengan tawa masih menyudutkan Andin.
“Hei hei, anak kecil disuruh ngopi, bisa gerd nanti. Gila kamu, Andri.” Di sela-sela tawa mereka itu muncullah istri si owner. “Hei, nak. Kamu mau es krim?” ujarnya lembut.
Andin kecil yang pemalu tidak berkata apa pun. Namun, ia melepas genggaman erat pada kaki Ayahnya, dan mulai mendekati Eva dengan pipi tembam yang agak memerah. Melihat gestur lucu anak tersebut, ketiga orang dewasa tersebut hanya saling pandang dan tertawa. Begitulah saat pertama Andin pergi ke coffee shop bersama cinta pertamanya.
Bertahun-tahun sejak itu, Andri masih sering mengajaknya ke coffee shop tersebut. Pesanan Andin selalu saja sama, semangkuk affogato, es krim vanila yang di atasnya dituang satu shot espresso. Ayahnya, biasa memesan segelas flat white, dua shot espresso yang dituang susu dan foam tipis di atasnya ketika sedang santai dan hanya ingin menikmati hari. Saat tumpukan proyek dan deadline menyerang Andri, ia lari ke coffee shop bersama anaknya dan memesan Hot Americano, dua shot espresso yang dituang air panas.
Suatu ketika, Ayahnya benar-benar sibuk dan fokus dengan pekerjaannya. Andin yang terus tumbuh juga makin penasaran dengan hal-hal di sekitarnya. Sudah lama ia perhatikan kopi Ayah yang terlihat begitu segar. Ia menjadi ingin mencicip satu seruput kopi tersebut.
“Umm, Yah, Andin boleh coba kopi Ayah gak?” tanya Andin.
“Jangan, Andin. Kamu kan masih kecil, memang kuat dengan rasa pahitnya?” tolak Aan dengan lembut sambil mata masih tertuju pada laptopnya.
“Andin penasaran, Yah! Boleh ya Andin coba satu seruput?” tanya Andin dengan wajah memelas yang lucu.
“Sudah, sudah, terserah kamu saja. Jangan sampai menyesal nanti, dan jangan lupa, masih panas,” Aan yang fokus dengan pekerjaannya hanya bisa mengiyakan anak perempuannya.
“Yeeeyy! Terima kasih, Yah,” ujar Andin kegirangan. Andin pun mencoba satu seruput americano panas dari sebuah mug keramik berkapasitas 250 ml. Perlahan, tangan kecilnya mengangkat mug menuju ke bibirnya. Saat pertama kali kopi tersebut menyentuh lidahnya, otak Andin bingung dengan rasa yang baru dikenalinya. Pahit yang melilit dengan sepintas rasa asam khas Robusta menyebar di lidahnya. Jantungnya berdebar lebih cepat. Lambungnya meronta-ronta, agak perih dirasanya. Ia langsung menaruh kembali mug tersebut sembari lidahnya menjulur keluar kepanasan. Ia kaget dengan rasa minuman tersebut yang begitu rumit.
Ayahnya menyempatkan sedikit waktu melirik anaknya. Terpahat senyuman tipis di wajah Andri. Ia pun bertanya, “Bagaimana, enak?”
“Rasanya aneh, Yah. Ada pahit terus juga asam. Ditambah lagi masih panas banget, rasanya makin aneh.”
Tawa Andri makin menjadi-jadi mendengar anaknya bereaksi seperti itu. Ia melanjutkan, “Rasanya bisa pahit dan asam begitu karena Robustanya dipanggang agak gosong dan disajikan di mug keramik yang bisa membuat rasa kopi makin mantap. Rasa pekatnya sedikit hilang karena dicampur air panas, tapi manfaatnya tetap sama. Bisa bikin melek, makin fokus, overpower banget deh!” jelas Andri pada Andin, meski Andin mungkin tidak paham.
Daripada mencoba mengerti yang dikatakan Ayahnya, Andin ingin pertanyaannya dijawab. “Kenapa orang dewasa suka minuman aneh begini?” tanya Andin penasaran…. (bersambung)
