#Cerita_Fantasi karya Devdan Farzana Abrisam, 8J
Pada tahun 2099 terdapat kota yang indah yang bernama Ngawi City. Di kota tersebut terdapat permata yang memberikan sumber daya listrik di kota itu. Di suatu hari terdapat pencuri terkenal yang berhasil menyusup. Pencuri itu bernama Santukam.
Suatu hari terdapat pameran permata milik Zifuad di Museum Prof Rusdi. Keamanan di sana sangat ketat. Setiap sudut di kawal 5 polisi Ngawi yang dipimpin oleh Ci Ramut. Pada saat itu Santukam sudah merencanakan cara untuk mencuri permata berharga tersebut. Ia menciptakan ramuan untuk mengubah dirinya agar tidak kasat mata. Santukam masuk ke dalam museum itu dengan sangat mudah. Tak lama, ia langsung mencuri permata itu.
Ternyata sebelum Santukam mencuri permata itu Prof Rusdi sudah memasang pelacak di permata itu. Zifuad sudah bekerja sama dengan Prof Rusdi untuk menggoda lewat radar Santukam mencuri permata berharga tersebut.
Ci Ramut dan anak buahnya langsung mengejar lelaki yang dikenal dengan sebutan Santu yang sudah hampir keluar kota. Di luar rencana, ternyata Zifuad sudah di markas Santu, hingga menyebabkan ia terpojok. Ci Ramut dan anak buahnya datang, membuat Santu bermandikan keringat. Ia tertangkap saat bersembunyi di balik tumpukan karung-karung berisi barang sanderaan.
Santukam divonis hukuman mati. Pada saat proses eksekusi, Santukam berkata,
“Aku akan datang kembali di masa depan.”
Setelah Santukam mengucapkan kata-kata terakhir, roh lembutnya melayang tipis hidup bebas di alam keabadian. Jasadnya dibuang ke laut lepas.
Secara kebetulan ternyata Santukam mempunyai tubuh cadangannya di markas seberang laut. Arwah Santukam langsung masuk ke tubuh keduanya. Walaupun tubuh keduanya tidak sempurna, tetapi Santukam tidak menyerah untuk mencuri permata berharga. Santukam melakukan mediasi di ruangan regernasi selama 100 tahun. Sejak saat itu, Ngawi City mengira Santukam sudah mati. Ternyata Santukam masih hidup.
100 tahun kemudian Santukam bangun dari mediasinya dan tubuhnya mempunyai kekuatan. Kekuatan tersebut lebih besar daripada kekuatan 10 tank.
Santukam keluar dari markasnya. Lalu Santukam menghancurkan kota dengan tubuh yang berbeda. Warga Ngawi mengira Santukam adalah pendatang baru dari galaksi Mojoyorto. Warga Ngawi salah besar!
Santukam dengan mudah menghancurkan kota dengan senjata laser yang ada di tubuhnya. Ci Ramut dan anak buahnya kesusahan menghadapinya karena Santukam terlalu kuat. Saat itu, Santukam menuju ke museum milik Zifuad. Mendadak Zifuad pingsan tak bergerak.
Prof Rusdi mempersiapkan rencana untuk mengalahkan Santukam kedua kalinya. Ternyata rencana itu gagal. Sebab Santukam terlalu kuat. Santukam dengan mudahnya mengambil permata di museum Kota Ngawi. Saat itu, Permata Ngawi langsung ia masukkan ke program tubuh yang baru.
Tiba-tiba Santukam menjadi raksasa yang ganas. Teriakannya sampai membuat bulan menjadi retak. Saat itu, warga Ngawi City sudah putus asa. Santukam membakar habis kota adigdaya itu, kecuali lab Prof Rusdi. Itu karena lab Prof Rusdi dilindungi oleh laser anti bencana. Prof Rusdi bersembunyi di dalam lab dan memikirkan cara untuk mengalahkan Santukam.
Prof Rusdi menciptakan ramuan penghancur yang dimasukkan ke dalam senjata api milik prof Rusdi. Dengan diam-diam Prof Rusdi menembak tubuh Santukam. Peluru berbentuk kerucut lurik-lurik itu menyebabkan tubuh Santukam terbakar. Santukam hangus tak tersisa.
Di saat itu keadaan kota hangus tidak ada yang selamat, kecuali Prof Rusdi. Dengan sigap dan sedikit doyong, ia mengambil permata dari dada Santukam untuk menghidupkan kota kembali. Permata itu mempunyai kekuatan untuk mengulang kembali ke masa lalu. Tanpa basa-basi Prof Rusdi langsung menghidupkan kota mati itu kembali hidup dengan permata berharga itu. Setelah kejadian itu Prof Rusdi diangkat menjadi raja di Ngawi City. (dvd)
