undefined
Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

#Opini karya Rashieka Zahra Khairunnisa, 7C

 

Lingkungan sekolah adalah tempat kita belajar dan bermain. Karena itu, seharusnya kita menjaga kebersihan dan kenyamanan sekolah agar kegiatan belajar bisa berjalan dengan baik. Sekolah yang bersih, rapi, dan asri akan membuat siswa merasa nyaman dan semangat untuk belajar. Sebaliknya, jika sekolah kotor dan tidak terawat, suasana menjadi tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu kesehatan.

Menjaga lingkungan sekolah sebenarnya bukan hal yang sulit. Hal-hal sederhana bisa kita lakukan. Seperti, membuang sampah pada tempatnya, ikut menjaga kebersihan kelas saat piket, tidak mencoret-coret meja atau dinding, serta merawat tanaman yang ada di halaman sekolah. Kebiasaan kecil ini jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar bagi kenyamanan sekolah.

Masih ada sebagian siswa yang kurang peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah. Misalnya, membuang sampah sembarangan, malas piket, atau merusak fasilitas yang ada. Sikap seperti ini sebaiknya dihindari karena akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kesadaran warga madrasah tentang hal tersebut, dapat mewujudkan rasa lebih nyaman, sehat, dan indah. Belajar pun jadi lebih menyenangkan. Dengan begitu, kita tidak hanya belajar pelajaran di kelas, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (rsh)

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait