#Puisi karya M. Wildan Fadli, 9A
Di Tengah gemuruh riuh rintik tangis
Di tepi tawa aku terkikis
Aku berjalan menuju arah barat
Dan aku berhenti, meletakan kepalaku di atas tanah
Gemericik tawa terdengar jauh melampaui imajinasi
Derasnya hujan meramaikan kehidupan, menutupi segala tangisan
Aku berteduh di bawah sebuah tiang nasihat
Berkali-kali aku berucap,
“Ya Allah”
Retakan bendung air mata mulai membesar
Tak tahu kemana aku harus memperbaikinya
Rinai hujan basahi tembok bendungan
Tetapi tak larat menahan.
Terima kasih, dan maaf
Tulungagung, 29 Oktober 2025.
